Selayang Pandang


 

Luas wilayah Desa Wilayut dengan luas wilayah 106.08 Ha. Desa Wilayut terdiri dari dua dusun yaitu: Dusun Wilayut dan Dusun Klagen. Perangkat Desa menurut jenis jabatannya di Desa Wilayut terdiri dari 1 Kepala Desa, 1 Sekretaris Desa, Kasi Pemerintahan, Kasi Pembangunan, Kasi Pelayanan Umum, , Kasi Kesra, Staff Sekretariat dan 2 Kepala Dusun. Desa Wilayut terdiri dari 4 Rukun Warga (RW) dan 17 Rukun Tangga (RT).

Sejarah Desa

Konon jaman dulu ada beberapa musafir yang singgah di suatu daerah yang alamnya masih tergolong mempunyai kekuatan ghaib, jadi tidak semua orang dapat menjamak atau menyentuh. Dari beberapa musafir tidak dapat diketahui asal-usul dari mana ia datang “demikian tutur sesepuh desa Klagen Bpk. Suparman”, ada empat musyafir yang datang di desa Klagen yang sekarang telah menjadi pepunden atau pesarehan yang sekarang berada di RT. 1 RW.1 yaitu makam Nyi Pasek.

Dari keempat orang tersebut tempat pemakamannya berbeda-beda. Seperti makam Mbah Anggrang Kusumo berada di pedukuhan Gembok. Kenapa daerah ini dinamakan dusun “gembok”, karena daerah ini seperti pulau kecil yang hanya dikelilingi sawah seakan-akan di daerah ini tertutup atau terkunci tak seorang pun dapat masuk kedaerah ini kecuali Mbah Angagrang Kusumo “Setiap orang yang masuk tanpa dibekali ilmu yang cukup kedekdayaannya pasti akan meninggal, hal ini tidak diketahui apa penyebabnya, mungkin diserang oleh penghuni makhluk-makhluk halus, sehingga daerah ini dinamakan Gembok”,”tutur mbah suwani” sesepuh yang ada di dusun gembok.

Daerah klagen ini memang menjadi rebutan para musyafir dalam mbabat semak-semak dan pepohonan untuk dijadikan pemukiman, terjadi saling mengklaim atau dalam bahasa jawanya “mengela” wilayah yang menjadi haknya masing-masing. Antara Nyi Pasek, Mbah Sambi Demak, dan Mbah Anggrang Kusumo saling bersih tegang mempertahankan daerahnya masing-masing sehingga ketiganya hampir terjadi perkelahian adu kesaktian, untung pada saat itu datang musyafir yang lain yaitu Mbah Suro. Mbah Suro ini yang dapat menyelesaikan masalah dengan kecerdikan dan kepandaiaannya, akhirnya ketiga orang tersebut saling menyadari dan memaafkan satu sama lain, dan oleh Mbah Suro daerah yang menjadi sengketa ini dinamai daerah “Klagen” akibat terjadinya saling mengela, Mbah Suro sendiri kerap dipanggil buyut Suro, ia mendapatkan sebelah utara dusun Klagen yang sekaran disebut dusun “Wilayut” artinya wilayah yang menjadi hak Mbah Suro atas jasanya dalam menyelesaikan masalah/perkara. Sekarang makam Mbah Suro terletak di desa Wilayut yang makamnya sangat panjang, oleh karena itu penduduk setempat menamakannya “Mbah Suro Dowo”.

© 2018 Plumbungan - Sukodono,